Dengan adanya etika, kehidupan manusia akan lebih terarah karena adanya suatu hukum yang mengatur dan menjelaskan ketentuan mana yang baik dan yang buruk. Dengan mengusung tokoh Al-Ghazali, tokoh pertama yang memproklamirkan tentang etika, pendekatan yang digunakan oleh Al-Ghazali dalam membina etika bermuara pada sufistik filosofis. Menurut A. J. Arberry seperti dikutip Isham P. Ahmad, hubungan reason dan revelation ini memang pembicaraan paling hangat sepanjang sejarah pemikiran manusia (I. P. Ahmad, 1998: 219). Bagi al-Ghazali, reason ( al-‘aql) adalah sumber ( manba’ ), mata air ( mathla’ ), dan dasar-dasar ( asas) ilmu pengetahuan. Dari akal inilah, ilmu Tusi atau biasa dikenal dengan Imam al-Ghazali. Menurut al- 5 Baharuddin, Paradigma Psikologi Islam Studi tentang Elemen Psikologi dari al-Qur’an, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), 113-114. Lalu Imam Al-Ghazali memberikan sebuah pertanyaan berupa teka-teki tentang kehidupan. Imam Al-Ghazali melontarkan pertanyaan kepada muridnya, “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” Beberapa muridnya menjawab pertanyaan gurunya, mulai dengan jawaban sahabat, orang tua, teman hingga saudara. Dengan kebijaksanaannya Imam .

pertanyaan tentang imam al ghazali